Kulit Kering Bentuk Bulat: Penyebab dan Cara Mengatasinya


Berbicara mengenai kulit dan kecantikan, sepertinya tak pernah ada habisnya. Ada saja masalah kulit yang dialami oleh para perempuan. Salah satunya adalah masalah kulit kering seperti berkerak. Kulit kering bentuk bulat bisa disebabkan oleh jamur, sehingga Kamu tidak boleh mengabaikannya. Lebih baik segera melakukan perawatan supaya masalah kulit tidak tambah serius.

Meskipun kemungkinan besar masalah kulit yang kering dan berbentuk bulat disebabkan oleh jamur, tapi bisa juga disebabkan oleh hal lain. Umumnya masalah kulit memang beragam.

Apa Penyebab Kulit Kering Bentuk Bulat?

Sebagaimana yang sudah Kamu ketahui kalau salah satu penyebabnya adalah infeksi jamur akibat kondisi kulit yang terlalu lembap. Misalnya pada bagian tubuh seperti lengan dan paha dalam yang sering berkeringat.

Jamur yang tumbuh di area tersebut bisa menginfeksi dengan mudah, apalagi kalau Kamu sering melakukan berbagai aktivitas yang menimbulkan keringat. Misalnya olahraga, memakai pakaian tebal di waktu cuaca panas, bekerja di lapangan dan terpapar sinar matahari berlebihan, serta aktivitas lain yang menyebabkan produksi minyak berlebih.

Tumbuhnya jamur bisa juga disebabkan oleh hal lain, contohnya kurang menjaga kebersihan dan melakukan kontak langsung dengan penderita jamur.

Tapi ada juga kemungkinan lain selain infeksi jamur, kulit kering yang bentuknya bulat bisa menjadi indikasi:

  • Psoriasis
  • Dermatitis seboroik
  • Dermatitis kontak
  • Xerosis
  • Dermatitis atopik
  • Infeksi mikroorganisme lainnya

Bagaimana Cara Mengatasi Kulit Kering Bulat?

Kamu bisa melakukan upaya perawatan jika memang kulitmu disebabkan oleh jamur, bukan masalah kulit lainnya. Kalau hanya terjadi di satu tempat saja, bukan di beberapa bagian tubuh, Kamu bisa menggunakan sabun yang bisa mengatasi masalah iritasi. Selain itu, gunakan juga hand and body lotion dua kali sehari.

Sedangkan kalau itu adalah infeksi jamur seperti kurap, gunakanlah salep atau antijamur. Tips lainnya yang bisa Kamu terapkan adalah meningkatkan kebersihan tubuh, misalnya dengan mandi serta mengganti pakaian minimal dua kali dalam sehari. Jangan sembarangan bertukar barang dengan orang lain, apalagi barang pribadi seperti sabun dan handuk.

Ketika tubuh berkeringat, sebaiknya tidak menggaruk apalagi menggosoknya secara berlebihan. Konsumsi juga makanan yang bergizi supaya Kamu tidak kekurangan cairan.

Jamur kulit memang meresahkan, banyak masalah yang timbul kalau sampai Kamu terinfeksi jamur.

Apalagi jamur ini tidak hanya menyerang kelompok usia tertentu saja, melainkan usia berapapun baik laki-laki maupun perempuan.

Apa Saja Jenis Jamur Kulit?

Tidak dapat dipungkiri kalau jamur memang ada di sekitar, mulai dari air, udara, serta tanah. Bukan hanya hidup pada organisme berupa hewan tapi juga manusia. Apalagi jamur menyebar dengan cepat, bisa juga melalui spora yang terbang di udara.

Biasanya jamur akan mudah menyerang orang-orang yang banyak berkeringat, apalagi kalau tidak bisa menjaga kebersihan tubuh dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa jenis jamur kulit beserta gejalanya yang perlu Kamu ketahui:

Kandidiasis kulit

Infeksi jamur yang pertama disebabkan oleh jamur candida. Jenis infeksi ini bisa muncul di beberapa bagian tubuh, misalnya pada ketiak dan selangkangan. Intinya, jamur candida bisa muncul di bagian kulit yang lembap dan hangat.

Tinea cruris (jock itch)

Selanjutnya adalah Tinea Cruris yang bisa muncul pada area kulit tertentu yang berupa lipatan-lipatan lembap. Contohnya adalah area kulit selangkangan, bokong, dan juga alat kelamin. Kemunculannya ditandai dengan gejala kemerahan, perih, dan gatal pada kulit tersebut.

Jenis infeksi ini sering dialami oleh orang-orang yang memakai celana ketat.

Tinea pedis (Kurap kaki)

Disebut sebagai kurap kaki karena bagian kaki menjadi mengelupas serta pecah-pecah, kulit juga kemerahan, melepuh, serta perih yang disertai gatal. Kurap kaki biasanya muncul di bagian sela-sela jari kaki, terutama pada kaki para atlet yang selalu menggunakan kaos kaki yang berolahraga.

Dermatofitosis (ringworm)

Dermatophytosis atau ringworm merupakan ruam yang terjadi pada kulit dengan gejala berbentuk lingkaran. Kulit yang mengalami infeksi ini terlihat kemerahan serta gatal, bentuknya seperti cincin dan tepinya terlihat jelas. Umumnya ringworm bisa menular, tapi tidak akan memerah. Infeksinya bisa terjadi di beberapa bagian kulit seperti leher, wajah, kepala, maupun bagian tubuh yang lain.

Beberapa jamur di atas memang bisa diobati, misalnya dengan obat antijamur oles atau oral. Obat jamur oles umumnya dipakai secara langsung pada bagian kulit atau kuku yang terinfeksi jamur. Sedangkan obat antijamur oral bisa berupa bentuk kapsul, bentuk cair, maupun pil yang dapat dikonsumsi. Obat ini hanya diberikan kepada penderita jamur yang tidak bisa diatasi dengan obat antijamur.

Bagaimana Cara Mencegah Infeksi Jamur Kulit?

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kamu bisa mencegah timbulnya jamur kulit dengan melakukan beberapa tips. Terutama jika Kamu termasuk orang yang aktif bergerak dan beraktivitas di luar ruangan. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa Kamu lakukan:

  • Saat kulit berkeringat atau basah, sebaiknya langsung mengeringkannya dengan handuk khusus.
  • Jagalah kebersihan kulit, selalu gunakan sabun ketika mandi.
  • Ganti kaos kaki dan celana dalam setiap hari.
  • Jangan sampai menggunakan handuk orang lain atau meminjamkan handukmu untuk orang lain, termasuk baju dalam atau pakaian.
  • Jemur sepatu di tempat yang terbuka.
  • Pakai pakaian yang bisa menyerap keringat dengan baik ketika sedang berolahraga.
  • Jangan memakai celana ketat.

Bisa jadi kulit kering bentuk bulat adalah infeksi jamur tertentu. Kamu bisa menerapkan cara di atas untuk mengatasinya. Namun jika belum membaik, lebih baik segera periksakan ke dokter.


Leave a Reply

Your email address will not be published.